Selasa, 04 November 2014

Tugas Bahasa Indonesia

1.Pantun (Teka - Teki)

Jika tuan membeli tikar   
Tikar anyaman dari mengkuang   
Kalau Tuan bijak pintar    
Ular apa membelit pinggang?

2.Gurindam

Kalau kita banyak bicara    
Disitulah jalan masuk dusta

3.Seloka

 Lemparkanlah Jangkar    
Kalau perahu kita singgah   
Kalau anak bangsa pintar   
Negeri ini akan bangga


4.Anekdot 

Pak Guru vs Siswa di Lomba Renang 
Anak anak silahkan kalian berkumpul sesuai kelompok renang, sesuai dengan keahliannya masing masing. pak Guru memberi pengumuman.
Semua berkumpul berkelompok
1. kelompok gaya punggung
2. kelompok gaya dada
3. kelompok gaya kupu kupu
4. kelompok gaya bebas
Dan ada satu orang siswi yang diam saja tidak ikut serta masuk dalam kelompok.
“Ina kenapa kamu tidak masuk dalam kelompok” pak Guru bertanya.
“anu, pak saya buat kelompok sendiri aja , tapi……..” jawab Ina ragu.
“tapi kenapa Ina?” tanya pak Guru
“pada nggak mau pak, soalnya nama kelompok renangnya GAYA BATU” jawab Ina
"Hahaha gaya renang paling fenomenal itu pak" jawab teman lainya.

5.Pantun (percintaan)

    Ada yang jual jamu 
   Tapi tidak laku - laku
    Aku lagi rindu kamu 
    Wanita pencuri hatiku

6.Teks Prosedur

RESEP GULAI AYAM
Variasikan hidangan menu makan keluarga sehari-hari di rumah dengan kreasi cara memasak gulai ayam kuah kuning dari bumbu gulai yang sederhana versi masakan enak khas Padang ini.
Bahan dan bumbu gulai :

  • 1 kg ayam, potong menurut selera lalu dan lumuri air jeruk nipis
  • 3 batang serai, memarkan
  • 5 lembar daun jeruk
  • 1 lembar daun kunyit
  • 2 jari telunjuk lengkuas, memarkan
  • 800 ml santan dari 1 butir kelapa atau dengan kekentalan sesuai selera
  • 1 sdm air asam jawa
Haluskan :
  • 10 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 6 butir kemiri sangrai
  • 10 buah cabe merah keriting
  • 1 jari telunjuk kuning (kunyit)
  • 2 cm jahe
  • 1 sdm gula pasir
  • garam secukupnya
CARA MEMBUAT GULAI AYAM :
  1. Siapkan wajan lalu masukkan santan, daun jeruk, serai, lengkuas dan bumbu halus kemudian masak hingga mendidih sambil diaduk.
  1. Masukkan ayam, air asam jawa dan masak sampai empuk di atas api sedang dengan sesekali diaduk. Masak hingga kuah mengental dan matang lalu angkat dan sajikan.

7.Memo 

Dari : Bayu
Untuk : Bagian Pembukuan
Hal :
Harap segera lakukan rekap hasil pembukuan dalam tenggang waktu 2 bulan terakhir dan harap segera di letakkan di meja saya

8.Karmina 

Dulu kerang, sekarang tupai
          Dulu sayang, sekarang benci

9.Pantun (Nasehat)

Di tepi sungai saya singgah
Menghilangkan capek menahan jerat
Orang tua jangan di bantah
Agar selamat dunia akhirat
10.Puisi 


Ibu
Oh ibu kau yang menjagaku
Yang telah melahirkan aku
Yang telah membantuku
Mengajariku dalam segala hal
   Oh Ibu bagaimana aku
   Akan membalas jasamu
   Hanya sepatah doa
   Yang bisa ku beri di setiap malamku
Ibu kaulah malaikat
Yang selalu berada di belakangku
Menuntunku dalam setiap langkahku
Terima Kasih Ibu

11.Biografi

Nama                            : Ki Hajar Dewantara
Nama Asli                    : Raden Mas Soewardi Soeryaningrat
Tempat/TgI. Lahir       : Yogyakarta, 2 Mei 1889
Tempat/Tgl. Wafat      : Yogyakarta, 26 April1959
SK Presiden                 : Keppres No. 305 Tahun 1959, Tgl. 28 November 1959
Gelar                            : Pahlawan Nasional
Penghargaan                  : Bapak Pendidikan Nasional, hari kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan NasionalDoctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1957Pahlawan Pergerakan Nasional (Surat Keputusan Presiden No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959)
           
       Ki Hajar Dewantara Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Semenjak saat itu, ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya. Perjalanan hidupnya benar-benar diwarnai perjuangan dan pengabdian demi kepentingan bangsanya. Ia menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.
Selain ulet sebagai seorang wartawan muda, ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Kemudian, bersama Douwes Dekker (Dr. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo, ia mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) pada tanggal 25 Desember 1912 yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka.

12.Syair

Orang pandai dan beradab 
Tidak akan diam di kamping halaman
Tinggalkan negerimu 
Dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapat pengganti
Dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa
Setelah lelah berjuang

13.Ungkapan

kambing hitam                        = orang yang disalahkan
kuda hitam                             = pemenang yang tidak diunggulkan
sebatang kara                         = hidup seorang diri
naik daun                              = mendapat nasib baik

perang dingin                         = perang tanpa senjata, hanya saling menggertak
uang panas                            = uang yang tidak halal
melihat dengan mata kepala     = secara langsung
memasang mata                     = melihat baik-baik


14.Surat (resmi)


SMA Negeri 1 Kisaran
Jalan Madong Lubis, Kisaran
No. Telp. (0251) 8321798
_________________________________________________________________________

Kisaran,  27 Agustus 2014
No : 27/SMAN 1 Bogor/08/2014                                      
Lampiran : -
Perihal : Undangan

Yth.
Orang tua/Wali Murid Kelas XII
SMA Negeri 1 Kisaran

Dengan hormat,
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan para siswa siswi SMAN 1 Kisaran Khususnya kelas XII. Maka pada surat kali ini kami selaku badan pendidikan sekolah kami tercinta, bermaksud mengadakan studi lapangan bagi siswa siswi baik IPS maupun IPA di luar sekolah. Adapun acara tersebut akan kami laksanakan pada :


Hari/Tanggal : Sabtu, 30 Agustus  2014
Pukul : 08.45 s.d. 12.45
Tempat : Museum Negeri Medan
Acara :  Mengetahui Sejarah Sumatra Utara

Demikian surat pemberitahuan ini kami sampaikan, atas segala perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

                                                                                             
Kepala Sekolah
SMAN 1 Kisaran
Ttd, 


Bayu Aji Nurmansah, S.Pd


15.Pantun (Agama)

Dua tiga empat lima
Enam tujuh delapan sembilan
Kita hidup di dunia tidak akan lama
Jangan lupa siapkan bekal amalan


16.Teks Narasi

Tepat pukul 11.00 WIB pekan lalu, aku barupulang dari sekolah(SMP) . Seperti biasanya aku pulang kerumah naik becak yang berada didepan sekolah . Kebetulan waktu itu matahari sangat terik-teriknya sehingga hawa panas menyelimuti tubuhku dan lagi ditambah rasa lapar yang sejak tadi menerpa aku, membuat suasana saat itu tak mengenakkan untuk aku.
Diperjalanan menuju kerumah terjadi kejadian lucu, ternyata becak yang aku naiki salah jalan. Tadinya aku sempat kesal namun setelah dia berbicara untuk menanyakan jalan yang benar, ia menggunakan logat bahasa batak yang tidak aku mengerti. Tanpa sengaja aku tertawa kecil. Namun aku mengerti saja maksudnya adalah menanyakan jalan yang benar. Kejadian tersebut cukup membuat ku tertawa disaat terik matahari yang telah membakar tubuhku.
Sesampainya dirumah kesialan kembali menimpaku. Ternyata rumahku masih terkunci, tidak seorangpun yang berada didalam rumah dan kebetulan saat itu aku tidak membawa kunci cadangan. Kembali aku merasa sangat kesal saat itu. Akhirnya aku menunggu untuk beberapa menit sampai orang tua ku kembali. 10 menit pertama telah berlalu, aku masih duduk di kursi teras depan rumahku. 10 menit berikutnya pun telah berjalan tanpa kusadari, lagi-lagi tak kujumpai orang tua ku kembali.
Setelah hampir 40 menit aku menunggu dengan rasa bosan. Terbesit sekilas dalam pikiranku untuk menghubungi orang tua ku. Akhirnya aku menghubungi orang tua ku. Aku heran mengapa hal ini tak terpikirkan olehku sejak tadi, mungkin karena terlalu emosi sehingga hal sekecil itu tak lagi terpikir kan olehku.
  
17.Slogan

  • Kesehatan Merupakan Harta Termewah
  • Tubuh Anda Masa Depan Anda Sayangilah Tubuh Anda Mulai Sekarang